Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa fasilitas tautan yang terdapat di universitas gunadarma.Tautan-tautan ini sangat membantu para mahasiswa untuk mendapatkan informasi mengenai seputar kegiatan kampus,jadwal kuliah,kegiatan kuliah dan yang lainnya.
Inilah beberapa tautan-tautan (link) yang terdapat di Universitas Gunadarma;
BAAK Universitas Gunadarma adalah sebuah fasilitas yang memberikan beberapa informasi tentang kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Gunadarma.
Wartawarga adalah sebuah tautan yang berisikan hasil-hasil karya dari mahasiswa Gunadarma tentang hasil pemikiran dari seluruh mahasiswa GUnadarma.
ILAB adalah salah satu fasilitas yang di berikan oleh Universitas Gunadarma untuk praktikum yang sifatnya mandiri.ILAB memiliki kegunaan untuk melatih para mahasiswa lebih madiri dalam melakukan praktikum sehingga dapat meningkatkan tangung jawab akan kegiatan praktikum.ILAB di mulai pada PTA 2008/2009. ILAB dilengkapi kurang lebih 1000 komputer untuk para praktikan.
Studentsite adalah Universitas Gunadarma memberikan fasilitas kepada mahasiswa untuk mendapatkan informasi kegiatan akademik Universitas Gunadarma.
Inilah beberapa fasilitas dari Universita Gunadarma dan masih banyak lagi fasilitas-fasilitas yang dapat di gunakan untuk mengetahui lebih lengkapnya anda bisa membuka situs resmi dari Universitas Gunadarma ini:
www.gunadarma.ac.id . Sekian informasi yang dapat saya sampaikan mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Sabtu, 16 Oktober 2010
TUGAS 3
NAMA KELOMPOK ; 1. FAJAR GUMELAR CAHYADI
2. HARMEDIANTO
3. YOPI SUPRIYANTO
KELAS ; 1EB03


NAMA KELOMPOK ; 1. FAJAR GUMELAR CAHYADI
2. HARMEDIANTO
3. YOPI SUPRIYANTO
KELAS ; 1EB03
Daftar Isi
Halaman
Lembar Judul ………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ……………………………………………………………………………….ii
Kata Pengantar ………………………………………………………………………..iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……...……………………………………………………………... 1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………………………. 1
BAB II ISI MATERI
A. Pengertian Franchise……………………………………………………… ..2
B. Pasar dan Pemasaran………………………………………………………... 3
C. Kelompok Franchise………………………………………………………… 4
D. Keuntungan Francise………………………………………………………...5
E. Tips Franchise………………………………………………………………..6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………………………………………… 8
Referensi
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin segala puji syukur atas kehadiran Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul “Franchise/Franchising” dan ini merupakan tugas yang ketiga dari mata kuliah pengantar bisnis dari dosen Septi Mariani Tis’a Ramadani
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa tanpa bantuan dari berbagai buku yang membahas tentang masalah franchise, kiranya sulit bagi penulis untuk menyelesaikannya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karenanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan guna perbaikan dimasa yang akan datang. Semoga makalah ini bisa menjadi acuan yang baik.
Akhir kata semoga makalah ini ada manfaatnya bagi para pembaca.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Depok, 16 oktober 2010
Penyusun
Fajar Gumelar Cahyadi
Harmedianto
Yopi Supriyanto
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.A Latar Belakang
Fenomena yang menarik dibeberapa tahun ini yaitu makin tumbuh suburnya
Bisnis Franchise Makanan. Kalau kita amati saat ini banyak sekali usaha baru yang
sangat kreatip menawarkan berbagai jenis produk dan jasa, misalnya usaha makanan
modern. Beberapa diantara mereka membuka gerainya di pusat-pusat pertokoan atau
di jalan utama di lokasi yang strategis di tengah kota. Contoh yang sangat mudah
adalah usaha makanan Mac Donald, Kentucky Fried Chicken, Pizza Hut, Dunkin
Donuts. Itupun disusul dengan sangat banyak lagi usaha franch ise asing lain seperti
Bread Story, Bread Talk, Wendys, Kafe Dome dan sebagainya. Beberapa pemilik
usaha berada di luar negri seperti Mc Donald, Dunkin Donuts, Kentucky Fmarket
demandried Chicken, Pizza Hut, Wendys, Starbucks yang berasal dari Amerika
Serikat, Bread Story dari Malaysia dan Bread Talk dari Singapura dengan pembeli
yang cukup banyak. Pembeli rela untuk meluangkan waktu yang cukup lama tertib
dalam antrian untuk memilih produk dan membayarnya.
1.B Rumusan Masalah
Perkembangan franchise makanan di Indonesia makin berkembang, kami penulis ingin menjelaskan beberapa isi dari rumusan masalah yang akan kami sampaikan yaitu :
1. Apakah franchise itu?
2. Dimana tempat dan sasaran franchise?
3. Ada berapa kelompok Franchise?
4. Keuntunga apakah yang didapat oleh franchisor?
5. Apa saja tips yang dapat menguntungkan dalam dunia franchise?
1
BAB II
ISI
2.A.Pengertian Franchise
Franchise adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari
pemilik usaha. Pemilik usaha disebut franchisor atau seller, sedangkan pembeli “Hak
Menjual” disebut franchisee. Isi perjanjian adalah franchisor akan memberikan
bantuan dalam memproduksi, operasional, manajemen dan kadangkala sampai
masalah keuangan kepada franchisee (Anang Sukandar, 2004 : 9). Luas bantuan
berbeda tergantung pada policy dari franchisor. Misalnya beberapa franchisor
memberikan bantuan kepada franchisee dari awal usaha mulai dari pemilihan lokasi,
mendesain toko, peralatan, cara memproduksi, standarisasi bahan, recruiting dan
training pegawai, hingga negosiasi dengan pemberi modal. Ada pula franchisor yang
menyusun strategi pemasaran dan menanggung biaya pemasarannya. Sebaliknya
franchisee akan terikat dengan berbagai peraturan yang berkenaan dengan mutu
produk / jasa yang akan dijualnya. Franchisee juga terikat dengan kuajikepada franchisor seperti pembayaran royalty secara rutin baik yang berkenaan
maupun yang tidak dengan tingkat penjualan yang berhasil dicapainya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa operasi franchise adalah suatu
hubungan kontraktual antara franchisor dan franchisee dimana franchisor menawarkan
dan wajib memelihara kepentingan yang terus menerus pada usaha franchisee dalam
bidang-bidang pengetahuan , pelatihan. Franchisee beroperasi dibawah merk/nama
dagang yang sama, format dan prosedur dimiliki atau dikendalikan oleh franchisor di
mana franchisee telah melakukan suatu investasi didalamnya dengan sumberdananya
sendiri
2
2.B Pasar dan Pemasaran
Sebelum menggarap bisnis, secara formal maupun informal pengusaha akan
melakukan analisis terhadap pasar potensial yang akan dimasuki oleh produk yang
akan dihasilkan. Dengan demikian akan diketahui keberadaan pasar potensialnya,
ataukah pengusaha akan berusaha menciptakan suatu pasar potensial sendiri dan
produknya akan menjadi market leader. Apabila analisis menghasilkan kesimpulan
bahwa pasar potensial sulit menerima produk, maka rencana membuka bisnis akan
dibatalkan.
Stanton, mengemukakan pengertian tentang pasar, yakni merupakan kumplulan
orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan
untuk membelanjakannya. Jadi ada tiga faktor utama uang menunjang terjadinya
pasar, yaitu orang dengan segala keinginannya, daya belinya serta tingkah lakunya.
Sebelum suatu bisnis baru dijalankan, maka pengkajian aspek pasar akan
dilakukan. Proses pengkajian aspek pasar ini dimulai dengan menilai situasi kemudian
dilaksanakan analisis dan peramalan. Menilai situasi pasar meliputi kegiatan menilai
sifat pasar, perilaku konsumen dan lingkungan pasar. Menurut Michael Parkin, dalam
menilai sifat pasar, beberapa hal yang dianalisis yaitu:
• Bentuk pasar yang dipilih apakah persaingan monopoli, setengah monopoli atau
bentuk persaingan bebas, dan oligopoly. Diperkirakan pula jumlah produsen yang
telah ada serta perkiraan potensi pertumbuhannya.
• Besarnya permintaan pasar terhadap produk sejenis saat ini dan potensi
pertumbuhannya.
• Pangsa pasar, potensi dan pertumbuhannya.
Beberapa faktor perilaku konsumen yang perlu diketahui yakni :
• Lapisan masyarakat pembeli
• Dorongan dan motivasi pembeli
• Kapan dan di mana membeli, volume pembelian musiman atau tidak
3
Sedangkan menurut Kotler (2000 : 176), faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku pelanggan adalah:
- Faktor Budaya yang terdiri dari subfaktor budaya dan kelas sosial
- Faktor sosial yang meliputi kelompok referensi, keluarga dan peran serta status,
- Faktor personal, yang terdiri dari subfaktor umur, pekerjaan, keadaan ekonomi,
gaya hidup, kepribadian dan konsep diri.
- Faktor psikologis, meliputi subfaktor motivasi, perspsi, belajat, kepercayaan dan
sikap.
Informasi lingkungan pasar yang dibutuhkan adalah:
• Politik dan peraturan yang berlaku
• Faktor sosial dan ekonomi, seperti perubahan komposisi penduduk
• Teknologi dan perkiraan kemajuan teknologi
3.C Kelompok Franchise
Dua kelompok franchise yaitu:
- Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
- Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.
Contoh dari waralaba dalam negeri dan luar negeri diantaranya ialah Waralaba insdustrial dan Waralaba Komersial, yakni :
Waralaba industrial
Adalah suatu bentuk kerjasama wirausaha antar pengusaha(manufacturer). Franchisor adalah pemilik sistem manufacture dan/atau brevet eksklusif. Di sini, franchisor memberikan pengusaha (manufacturer) lainnya hak mengeksploitasi sistem manufacture dan/atau brefet eksklusif dan mengoperasikannya di wilayah yang terbatas. Karena dengan semua sarana yang dimiliki akan memungkinkan franchisee melakukan bisnis usaha yang sama dengan franchisor, yaitu dengan
Adalah suatu bentuk kerjasama wirausaha antar pengusaha(manufacturer). Franchisor adalah pemilik sistem manufacture dan/atau brevet eksklusif. Di sini, franchisor memberikan pengusaha (manufacturer) lainnya hak mengeksploitasi sistem manufacture dan/atau brefet eksklusif dan mengoperasikannya di wilayah yang terbatas. Karena dengan semua sarana yang dimiliki akan memungkinkan franchisee melakukan bisnis usaha yang sama dengan franchisor, yaitu dengan
4
mengkopi formula dan metodologi yang ditransferkan. Oleh karena itu, franchisor tidak menyerahkan kepada franchisee integralitas dari prosedur produksi melainkan hanya sebagian.
Waralaba komersial, terdiri dari:
Waralaba distribusi produk: adalah franchise yang bertujuan mengkomersialisasi satu atau beberapa produk, yang biasanya diproduksi oleh franchisor atau didistribusikan oleh franchisor secara eksklusif.
Waralaba distribusi produk: adalah franchise yang bertujuan mengkomersialisasi satu atau beberapa produk, yang biasanya diproduksi oleh franchisor atau didistribusikan oleh franchisor secara eksklusif.
Waralaba distribusi jasa: obyek perusahaan terdiri dari satu atau kesatuan dari jasa, yang dikomersialisasikan oleh franchisee, berdasarkan metodologi yang dia terima dari franchisor. Jenis franchise ini membutuhkan kontrol yang cukup ketat dari franchisor supaya kualitas servis yang memuaskan tercapai.
Waralaba Mix:Franchise di mana objek komersialisasinya adalah gabungan produk dan jasa.
3.D Keuntungan Franchise
Keuntungan franchising bagi franchisor adalah bisnisnya bisa berkembang
dengan cepat di banyak lokasi secara bersamaan, meningkatnya keuntungan dengan
memanfaatkan investasi dari franchisee
Trend dunia bisnis saat ini adalah melakukan Bisnis Instant yang menguntungkan.
Para franchisee tidak usah memulai bisnisnya dari nol dan dengan susah payah
harus mengembangkan pasar dan menanamkan brand-nya dengan kuat di pasar.
Dengan melakukan franchise maka didapat hak untuk membuka bisnis dengan
brand/merek yang sudah terkenal dan punya pasar. Trend ini tentu saja akan disambut
dengan baik oleh para franchisor/Pemilik Usaha karena selain meningkatkan
keuntungan juga akan memperluas daerah pemasaran mereka.
Dengan melihat analisa di atas, tampak bahwa bentuk bisnis franchise banyak
membantu dan menguntungkan, seperti bantuan manajemen termasuk bantuan
pemasaran dan bantuan pelatihan bagi karyawan sehingga technical knowledge pun
dapat diperoleh dari franchisor dan tidak ada masalah dengan manajemen
operasionalnya. Hal lain yang penting adalah franchisee tidak usah memulai bisnisnya
dari nol karena merk produk franchise sudah mempunyai pasar atau dikenal.
5
Yang menjadi pertimbangan hanyalah biaya start-up yang cukup mahal, namun berdasarkan sumber terpercaya yang kami peroleh beberapa bisnis franchise makanan biaya startup
sangat terjangkau, misalnya franchise burger lokal merk X hanya membutuhkan
biaya start up cost 2.000.000,- rupiah saja.
3.E. Tips Franchise
Sebagai investor, Anda memilih usaha franchise tentu saja dengan harapan dapat memperoleh keuntungan lebih cepat dibandingkan melakukan bisnis baru. Nah, untuk menemukan franchise sesuai harapan anda tersebut, berikut tips-tips yang bisa dipertimbangkan:
Pertama, realistis menetapkan anggaran untuk investasi waralaba. Ini termasuk biaya franchise, pajak, lisensi, gaji dan tunjangan karyawan, setidaknya untuk satu tahun. Gunakan data dari asosiasi franchise untuk menemukan franchisor yang layak investasi.
Kedua, mencari peluang bisnis yang sesuai dengan tujuan pribadi, keuangan, keterampilan, dan pengalaman anda. Jika Anda memilih franchise yang tidak cocok, Anda mungkin kehilangan gairah di tengah dan pada akhirnya kehilangan uang.
Ketiga, pahami secara utuh pengertian franchise dan aspek hukum franchising. Pelajari setiap aspek yang terdapat di dalam tawaran investasi fanchise.
Keempat, carilah penilaian independen (review) terhadap peluang franchise yang ditawarkan. Dapatkan sebanyak mungkin informasi mengenai sejarah franchisor, jumlah franchisees, dukungan yang diberikan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis franchise.
Kelima, lakukan riset pemasaran untuk menentukan apakah bisnis yang anda ingin terjuni memiliki persaingan ketat atau tidak.
Keenam, berbicaralah dengan pemilik franchise tentang pengalaman mereka dengan franchisor yang sama. Mengetahui bila franchise offerer program memenuhi harapan mereka.
6
Ketujuh, bandingkan potensi peluang bisnis waralaba, menggunakan spreadsheet untuk melacak informasi pendapatan dan belanja.
Begitu juga anda perlu membicarakan dokumen dan syarat-syarat dalam kontrak franchise dengan ahli hukum. Ingat, membeli franchise menciptakan kewajiban hukum, bahkan jika usaha gagal.
BAB III
PENUTUP
3.A Kesimpulan
Dari analisa di atas beberapa kesimpulan yang dapat ditarik yaitu ada banyak
faktor ikut menunjang keberhasilan bisnis franchise makanan di Indonesia, antara lain:
1. Bentuk franchise yang merupakan bisnis instant banyak diminati oleh pengusaha
Indonesia karena pasar yang sudah tersedia serta beberapa keuntungan dari
bentuk franchise itu sendiri seperti bantuan manajerial dan operasional yang
diberikan oleh franchisor.
2. Bisnis franchise mempunyai ciri khusus dari produknya sehingga dapat
lebih bertahan dari ancaman pasar.
3. Distribusi bisnis franchise sangat pendek sehingga kontrol terhadap mutu produk
dan pelayanan dapat dilakukan secara langsung.
REFERENSI
Google, Pengertian Franchise
http://www.franchisewaralaba.com/search/tujuan+bisnis+Franchise
Sabtu, 09 Oktober 2010
TUGAS 2
TUGAS 2
- SEBUTKAN DAN JELASKAN 3 UNSUR YANG MENYEBABKAN MUNCULNYA AKTIVITAS EKONOMI ?
JAWABAN :
* Kelangkaan (Scarcity)=Keterbatasan yang menyebabkan banyak barang atau jasa menjadi langka (scare). Kelangkaan mencakup kuantitas, kualitas dan waktu. Sesuatu tidak akan langka jika jumlah (kuantitas) yang tersedia sesuai dengan kebutuhan, berkualitas baik. Tersedia dimana saja (disetiap tempat) dan kapan saja (waktu) dibutuhkan.
*Pilihan-pilihan (Choices)=Dalam kehidupan masyarakat selalu didapati bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas pengunaannya. Manusia tidak pernah merasa puas atas apa yang telah mereka peroleh dan mereka capai. Apabila keinginan sebelumnya sudah terpenuhi, maka keinginan-keinginan yang lain akan muncul. Terbatas sumber data yang tersedia dibandingkan kebutuhan atau keinginan, menyebabkan manusia harus menetukan pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif.
*Biaya kesempatan (Opportunity cost)=Ilmu ekonomi memandang manusia sebagai makhluk rasional. Pilihan yang dibuatnya berdasarkan pertimbangan untung rugi, dengan membandingkan biaya yang harus dikeluarkan dan hasil yang akan diperoleh. Biaya ayang dimaksudkan dalam konsep ilmu ekonomi (economic cost) berbeda dengan konsep biaya akutansi (accounting cost).
2. APA YANG MEMBEDAKAN PERUSAHAN DAN LEMBAGA SOSIAL, JELASKAN?
JAWABAN:
*Perusahaan adalah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang dan jasa. Hal ini disebabkan karena kebutuhan manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah proses di suatu tempat, sehinga inti dari perusahan ialah tempat melakukan proses sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
.
*Lembaga Sosial adalah merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola prilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatan dan hasilnya terdiri atas adat-istiadat ,tata kelakuan, kebiasaan serta unsure-unsur kebudayaan secara langsung atau bergabung dalam suatu unit yang fungsional.
- APA SAJA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LETAK DAN TEMPAT PERUSAHAAN?
JAWABAN:
Letak dan tempat perusahan merupakan salah satu factor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahan akan memberi bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan biaya produksi. Dengan demikian letak dan tempat kedudukan perusahan harus diputuskan engan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap, ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek teknis. Disamping pertimbangan terhadap kebutuhan pada saat pendirian, pemilihan letak dan tempat perusahaan harus pula pertimbangkan fleksibilitasnya terhadap kemungkinan rencana dimasa depan dalam hal perluasan pabrik, difersifikasi produksi, daerah pemasaran hasil produksi, perubahan dan perluasan bahan baku , dan sebagainya.
TEMAT KEDUDUKAN PERUSAHAAN ADALAH KANTOR PUST PERUSAHAN TERSEBUT.
LETAK PERUSAHAN ADALAH TEMPAT PERUSAHAN MELAKUKAN KEGIATAN FISIK / PABRIK.
- TUNJUKAN PERBEDAAN ANTARA LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO DAN MIKRO DALAM DUNIA USAHA? (JELASKAN DENGAN CONTOH)
JAWABAN:
Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha.
CONTOH:
- keadaan alam, sda lingkungan
- politik dan hankam
- hukum
- perekonomian
- pendidikan dan kebudayaan
- social dan budaya
- kependudukan
- hubungan internasional
Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
CONTOH:
- pemasok atau supplier
- perantara
- teknologi
- pasar
SUMBER :
Langganan:
Komentar (Atom)
